2 Isnaini Mas’Ulah, Legalitas Pinjaman Online Dalam Perspektif Hukum Islam. Universitas Islam Negeri. Maulana Malik Ibrahim Ma lang Indonesia, Jurnal Hukum Eko nomi Islam (JHEI) Vol. 5 No. 2
terlebih menurut hukum Islam. Disebutkan dalam Pasal 19 Kompilasi Hukum Islam, wali nikah dalam perkawinan merupakan rukun yang harus dipenuhi bagi calon mempelai wanita yang bertindak untuk menikahkannya. Dalam Hukum Islam, kedudukan wali nikah sangat penting, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, dari Abu Musa
Untuk mengetahui hukum perselingkuhan, perlu kiranya diketahui terlebih dahulu hakekat atau pengertian perselingkuhan itu. Dari segi bahasa, ‘selingkuh’ berasal dari bahasa Jawa. Arti selingkuh menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia ada empat: (1) curang, (2) tidak jujur, (3) tidak berterus terang, dan (4) korup.
PEMBAGIAN WARIS PADA MASYARAKAT JAWA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM DAN DAMPAKNYA. Although Islamic law and Javanese customary law basically have similarities, especially in the type and status of inheritance, there are differences in the use and distribution of inheritance, the heirs, and the children. In this paper will explain about how the
Pengertian Nikah Menurut Islam. Pernikahan diambil dari bahasa Arab, Nakaha yang artinya berhimpun, dan Zawwaja berarti berpasangan. Berdasarkan buku Hukum Perkawinan yang disusun oleh Tinuk Dwi Cahyani (2020:1), pengertian nikah menurut Islam adalah melaksanakan sebuah perjanjian yang mengikat pria dan wanita untuk menciptakan kebahagiaan dan
A. Pernikahan Dalam Islam 1. Pengertian Pernikahan Perkawinan atau nikah menurut bahasa ialah berkumpul dan bercampur. Menurut istilah syara’ ialah ijab dan qabul (‘aqad) yang menghalalkan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan yang diucapkan oleh kata-kata yang menunjukkan nikah, menurut peraturan yang ditentukan oleh Islam.
Menurut ar-Razi, sebagian sarjana hukum Islam berpandangan bahwa beberapa ayat al-Quran menyatakan bahwa Yahudi dan Nasrani adalah Musyrik. Misalnya QS at-Taubah ayat 30-31 yang berbunyi:
tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan peraturan-peraturan lainnya mengenai perkawinan. Mengenai sahnya perkawinan terdapat pada Pasal 4 Kompilasi Hukum Islam yang berbunyi ‡perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum Islam· sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 188 yang artinya: “Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”.
Reka Desrina Wati : Perjanjian Perkawinan Pada Pasal 29 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Ditinjau Menurut Hukum Islam Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya ketentuan perjanjian perkawinan pada Pasal 29 Undang-undang No. 1 Tahun 1974, untuk mengatur akibat dari perkawinan seperti harta kekayaan, hubungan suami dan isteri
Berikut penjelasan hukum menikahi anak hasil zina menurut Islam lengkapnya. Dalam tulisan berjudul "Hukum Menikahi Orang yang Dizinai dan Keluarganya", dijelaskan bagaimana hukum laki-laki yang menikahi perempuan pasangan zinanya atau anak perempuan dari pasangan zinanya. Dijelaskan juga, apa hukum seorang anak keturunan laki-laki yang berzina
Para pakar ahli hukum islam di Indonesia ketika merumuskan pasal 96-97, Menurut kompilasi Hukum Islam Pasal 96 yaitu : 1. “Apabila terjadi cerai mati, maka separuh harta bersama menjadi hak
Menurut Nur S. Buchori (2008, sebagaimana dikutip dalam Mukhlis, 2021) koperasi syariah adalah "jenis koperasi yang bertujuan mensejahterakan ekonomi anggotanya sesuai dengan prinsip Islam dan
Hukum pegadaian barang dalam Islam adalah boleh dan mayoritas ulama’ memandang bahwa rukun ar-Rahn (gadai) ada empat, yaitu: Ar-Rahn atau al-Marhun (barang yang digadaikan) Al-Marhun bih (utang) Aqidain, dua pihak yang bertransaksi, yaitu rahin (orang yang menggadaikan) dan murtahin (pemberi utang) Shigat ijab qabul.
Rasulullah SAW telah menyebutkan dua hari yang dimuliakan dan patut dirayakan, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. “Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya: Idul Adha dan Idul Fitri.” [Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya, No. 11595, 13058, 13210]. Berikut adalah
9YYq.
hukum reunian menurut islam